Di Balik Sejuknya Lereng Lawu, Tim PW Jatim 2026 Rangkul Keluarga Ibu Paniyem yang Berjuang di Tengah Keterbatasan

MAGETAN – Di balik sejuknya udara lereng Gunung Lawu, tersimpan kisah perjuangan hidup yang penuh keterbatasan. Kondisi tersebut ditemui tim gabungan Gerakan Pramuka Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Magetan saat melakukan survei calon penerima program pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka Perkemahan Wirakarya (PW) Jawa Timur 2026 di Desa Tapak, Kecamatan Panekan, Kamis (4/6).

Kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan melakukan verifikasi kondisi rumah, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan pendekatan kemanusiaan kepada keluarga yang membutuhkan bantuan. Tim turun langsung untuk memastikan program yang akan dilaksanakan benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Kwarda Jawa Timur Bidang Satuan Karya dan Pramuka Produktif Kak Dr. H. A. Basuki Babussalam, S.H., M.H., bersama Kak Adie Kurniawan, S.E., M.M., Ketua Penyelenggara PW Jatim 2026 Kak Binar Bintang Putra Ananta, S.Pd., serta perwakilan Dewan Kerja Daerah Jawa Timur, berdialog langsung dengan Ibu Paniyem di kediamannya.

Dalam kunjungan tersebut, tim menemukan kondisi rumah yang masih berdinding kayu dan berlantai tanah. Selain itu, rumah tersebut belum memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang memadai. Situasi menjadi semakin memprihatinkan karena bangunan rumah berada sangat dekat dengan kandang sapi yang menimbulkan persoalan sanitasi dan kesehatan lingkungan.

Dari hasil dialog diketahui bahwa Ibu Paniyem tinggal bersama anak perempuannya yang sedang menderita sakit berat serta seorang cucu laki-laki yang menjadi tulang punggung keluarga. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, keluarga tersebut harus bertahan hidup di tengah lingkungan yang kurang layak dan berisiko terhadap kesehatan.

Melalui kunjungan dan observasi langsung ini, tim PW Jatim 2026 semakin menguatkan komitmennya untuk menghadirkan bantuan yang tepat sasaran. Program pemugaran rumah yang akan dilaksanakan tidak hanya bertujuan memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan layak sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Pusdatin Kwarda Jatim