Ketua Kwarda Jawa Timur, Kak Arum Sabil: KMD–KML UNUSA 2026 Pertemukan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Dasa Dharma Pramuka

Date:

SURABAYA — Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL. menegaskan bahwa pelaksanaan Kursus Mahir Dasar dan Kursus Mahir Lanjutan atau KMD–KML UNUSA menjadi momentum strategis yang mempertemukan dua kekuatan pendidikan dalam satu wadah, yakni perguruan tinggi dan Gerakan Pramuka.

Kegiatan yang berlangsung pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dengan Pusdiklatda Argasonya Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur. Pembukaan kegiatan dihadiri Rektor UNUSA beserta jajaran, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Arum Sabil, serta 193 peserta KMD–KML.

Dalam sambutannya, Kak Arum Sabil menyampaikan bahwa perguruan tinggi dan Gerakan Pramuka memiliki pendekatan pendidikan yang berbeda, tetapi bermuara pada tujuan yang sama. Perguruan tinggi membangun manusia melalui ilmu pengetahuan, sedangkan Gerakan Pramuka membentuk manusia melalui pengalaman langsung.

“Perguruan tinggi membangun manusia melalui ilmu pengetahuan, sedangkan Gerakan Pramuka membangun manusia berbasiskan pengalaman. Keduanya bertujuan membentuk manusia Indonesia yang mandiri, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Kak Arum Sabil.

Menurutnya, hubungan antara pendidikan tinggi dan pendidikan kepramukaan dapat dilihat dari kuatnya keterkaitan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Dasa Dharma Pramuka. Nilai-nilai dalam kedua konsep tersebut saling menguatkan dalam proses pembentukan kualitas manusia Indonesia.

Pada aspek pendidikan dan pengajaran, misalnya, perguruan tinggi mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir, dan kecakapan intelektual. Hal itu sejalan dengan nilai ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam Dasa Dharma Pramuka.

Kak Arum Sabil menilai, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara akademik. Pendidikan juga harus melahirkan pribadi yang memiliki landasan spiritual, karakter kuat, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Sementara itu, dharma penelitian dalam perguruan tinggi mengajarkan pentingnya berpikir kritis, bekerja berdasarkan data, serta menggunakan bukti dalam mengambil keputusan. Semangat tersebut dinilai selaras dengan nilai disiplin, keberanian, dan kesetiaan yang terdapat dalam Dasa Dharma Pramuka.

Ia berpesan agar seluruh pembina dan peserta kursus senantiasa memiliki kemauan untuk belajar, melakukan evaluasi, dan melahirkan inovasi dalam menjalankan pendidikan kepramukaan.

“Semua yang dilakukan harus berbasis data dan bukti. Hal ini selaras dengan Dasa Dharma yang mengajarkan disiplin, berani, dan setia. Pramuka harus senantiasa mampu belajar, melakukan evaluasi, dan berinovasi,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembina Pramuka tidak boleh berhenti pada kegiatan yang bersifat rutin. Pembina harus mampu membaca kebutuhan peserta didik, memperbaiki metode pembinaan, serta menghadirkan proses pendidikan kepramukaan yang berkualitas dan relevan.

Keterkaitan berikutnya terlihat pada dharma pengabdian kepada masyarakat. Nilai tersebut bertemu dengan semangat Dasa Dharma Pramuka, terutama sikap rela menolong dan tabah, serta suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Menurut Kak Arum Sabil, hubungan tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi dan Gerakan Pramuka sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ilmu pengetahuan dan pengalaman pendidikan tidak boleh berhenti pada ruang kelas maupun arena latihan, tetapi harus diwujudkan menjadi pengabdian.

Karena itu, ia menekankan bahwa KMD–KML tidak semata-mata menjadi proses untuk memperoleh kualifikasi sebagai pembina Pramuka. Kursus tersebut merupakan investasi kompetensi bagi seorang pendidik agar mampu menjalankan tugas pembinaan secara profesional.

“Kursus ini bukan hanya proses mendapatkan kualifikasi. Ini adalah investasi kompetensi seorang pendidik untuk menyiapkan diri menjadi pembina Pramuka yang profesional,” tegas Kak Arum Sabil.

Para peserta tidak hanya mempelajari konsep dan metode pendidikan kepramukaan. Mereka juga dipersiapkan untuk menumbuhkan mental yang kuat, kemampuan berpikir kritis, kedisiplinan, tanggung jawab, serta berbagai keterampilan nonteknis kepada peserta didik yang kelak mereka bina.

Kak Arum Sabil menegaskan bahwa hasil kursus tidak boleh berhenti ketika kegiatan resmi selesai. Kompetensi yang diperoleh peserta harus dilanjutkan menjadi aksi, karya, dan program yang memberikan dampak nyata.

Salah satu tindak lanjut yang ditekankan ialah mendorong para lulusan kursus menjadi pembina yang mampu mengembangkan Pramuka produktif. Gagasan tersebut diarahkan pada kegiatan yang membangun semangat berkarya, bertumbuh bersama, serta memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan ketahanan pangan nasional.

Implementasi Pramuka produktif tersebut diharapkan mulai diajarkan dan dilatihkan selama kursus, kemudian diterapkan dalam kegiatan kepramukaan di lingkungan UNUSA maupun gugus depan tempat para peserta bertugas.

Melalui kolaborasi dengan Pusdiklatda Argasonya Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, KMD–KML UNUSA diharapkan melahirkan pembina yang tidak hanya memahami metode kepramukaan, tetapi juga profesional, reflektif, inovatif, dan berorientasi pada dampak.

Kak Arum Sabil menegaskan bahwa pertemuan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Dasa Dharma Pramuka harus menjadi kekuatan bersama dalam membentuk manusia Indonesia yang unggul.

“Tri Dharma Perguruan Tinggi bertemu dengan Dasa Dharma Pramuka dalam rangka memberikan warna terbaik bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Pusdatin Kwarda Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Share post:

Subscribe

Popular

More like this
Related

Kak Rektor UNUSA selaku Kamabigus Tegaskan KMD–KML sebagai Bekal Mahasiswa Menjadi Pembina Pramuka Berkarakter

SURABAYA — Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) sekaligus...

Ketua Kwarda Jatim Beri Ucapan Selamat kepada Kak Rano Karno, Terpilih sebagai Ketua Kwarda DKI Jakarta

Surabaya – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa...

PETA 2026 SMAN 1 Pare: Sambut Pramuka Penegak Baru, Tanamkan Karakter dan Kebersamaan

PARE – SMAN 1 Pare kembali menggelar kegiatan Penerimaan...