Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur akan menyelenggarakan Pelatihan Patriot Lingkungan Jatim 2017 dalam bentuk perkemahan 3 hari dan 2 malam. Kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pandega Jatim tersebut akan dilaksanakan pada Jumat (28/7) – Minggu (30/7) di Pantai Kenjeran Lama Surabaya.
Dijelaskan oleh Andalan Daerah urusan Lingkungan Hidup Kwarda Jatim Kak Mochamad Zamroni bahwa kegiatan ini adalah upaya Kwarda Jatim untuk melakukan pencegahan kerusakan lingkungan hidup. “Kemah Patriot Lingkungan Jatim 2017 ini juga untuk membentuk kader-kader Pramuka patriot lingkungan hidup di Jatim,” kata Kak Zamroni.
Kemah Patriot Lingkungan Jatim 2017 ini akan diikuti oleh sekitar 200 orang Pramuka Penegak dan Pandega Jatim. “Masing-masing kwarcab di Jatim akan mendapatkan kesempatan untuk mengikutsertakan 3 orang Pramuka Penegak dan Pandega dari 1 Gugusdepan atau pangkalan,” ujar Kak Zamroni.
Khusus Kwarcab Surabaya mendapat kesempatan untuk mengikutsertakan sekitar 20 Gugusdepan pada kegiatan yang didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya, Tunas Hijau dan AIESEC ini. “3 orang Pramuka Penegak atau Pandega dari 1 Gugusdepan yang sama,” tambah Kak Zamroni.
Gugusdepan yang lainnya di Jawa Timur juga bisa mengikuti Kemah Patriot Lingkungan Jatim 2017 secara gratis alias tidak dipungut biaya ini. “Caranya dengan mengikuti seleksi terbuka secara online. Yaitu dengan menyampaikan alasan kelayakan gudepmu terpilih sebagai peserta kegiatan ini melalui artikel website ini. Jangan lupa menyertakan nomor kontak individu, nama gugusdepan dan kwarcab,” terang Kak Zamroni.
Bagi Gugusdepan yang telah mendapatkan mandat dari kwartir cabang kabupaten/kota masing-masing, bisa langsung mengisi formulir pendaftaran secara online melalui link https://goo.gl/DQPLnu.
Kemah Patriot Lingkungan Jatim 2017 ini sangat istimewa. Kegiatan ini juga akan diikuti 14 orang pemuda utusan dari 14 negara. Mereka berasal dari negara Portugal, Belanda, Tiongkok, Malaysia, Vietnam, Canada, Romania dan Latvia. Mereka akan mengikuti seluruh aktivitas kemah.
Peserta kegiatan ini juga akan dibekali pengetahuan dan keterampilan melakukan penyelamatan lingkungan hidup secara nyata dan berkelanjutan. “Kegiatannya lebih menekankan praktek lapangan, yang selanjutnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara individu maupun bersama Gugusdepan-nya. (ron)
