Pramukarek.or.id – Sebanyak 250 Pramuka Penggalang dari Gugusdepan SMP/MTs se-Kwartir Cabang Banyuwangi mengikuti Jambore Bina Gizi yang digelar pada Sabtu–Minggu (27–28/9/2025) di Bumi Perkemahan STIKES Banyuwangi.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Kepala Kementerian Agama Banyuwangi, Kepala Dinas Kesehatan, Ketua Majelis Pembimbing Saka Bhakti Husada, serta Ketua Mabigus STIKES Banyuwangi.
Jambore ini Mengusung tema “Pramuka Penggalang, Siaga Gizi, Siap Cegah Stunting”, yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kesehatan dan mencegah stunting.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi, Kak Mujiono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Jambore ini sangat luar biasa karena bisa diimplementasikan di lapangan, dan hasilnya nyata untuk mendukung penurunan angka stunting di Banyuwangi,” ujarnya.
Menurut Kak Mujiono, peran peserta tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi pelopor kesehatan dengan menyebarkan pengetahuan gizi kepada keluarga, teman, dan masyarakat sekitar. “Pramuka harus menjadi agen perubahan, menjaga kesehatan diri, serta menularkan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi lingkungan,” tambah kak Mujiono.
Sementara itu, Kak Erik Toga , Wakil Ketua II Bidang Sarana dan Prasarana STIKES Banyuwangi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam mencetak generasi sehat dan berkualitas.
“Kami berharap Jambore Bina Gizi ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, belajar, dan bermain, tetapi juga wadah pembinaan karakter generasi muda agar peduli pada isu kesehatan, khususnya pencegahan stunting, demi mewujudkan Indonesia sehat, cerdas, dan berdaya saing.,” ungkap kak Erik.
