AKSI PRAMUKA SMP NEGERI 1 KARANGPLOSO: HIJAUKAN SEKOLAH, SELAMATKAN AIR, KURANGI SAMPAH!!

Penghijauan adalah kegiatan menanam dan merawat tanaman, kegiatan ini sangat penting dilakukan di mana saja untuk menciptakan udara bersih dan membentuk lingkungan yang lebih sehat. Penghijauan dilakukan secara berkala di lingkungan sekitar sebagai wujud tanggung jawab kita sebagai manusia untuk menjaga kualitas udara. Sebagai bentuk partisipasi tersebut, kami di SMP Negeri 1 Karangploso telah melaksanakan kegiatan penghijauan secara terencana dan berkelanjutan selama 3 minggu.

Assalamualaikum wr. wb., Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, dan Rahayu.
SALAM PRAMUKA

HALO KAKAK-KAKAK SEMUA, ini adalah cerita kami pada saat kami melakukan Challenge IKLIM GUDEP. Aku akan mengajak kalian mengetahui apa saja yang KITA lakukan selama 3 minggu ke belakang.

Apa sih yang kita lakuin?

Jadi, pada challenge pertama dengan tema “Hijaukan GUDEPku”:
  • Di Hari Pertama kita sudah membuat 2 tim, tim yang pertama membuat raised bed yang digunakan untuk menanam tanaman, dan tim kedua membuat QR Code tanaman yang berfungsi untuk mengetahui jenis tanaman.
  • Di Hari Kedua kita juga sudah membagi anggota menjadi 2 tim, tim yang pertama melanjutkan membuat raised bed, dan tim kedua mengecek tanaman di green house dan melakukan pembersihan.
  • Di Hari Ketiga aku dan teman-temanku mencari kulit pisang sisa MBG yang akan digunakan untuk pupuk alami, kemudian mencabut rumput-rumput liar yang ada di Taman SMP Negeri 1 Karangploso, dan juga kita mengambil daun-daun kering yang berjatuhan.
  • Di Hari Keempat kita melakukan penanaman tanaman di raised bed yang sudah kita buat, bertujuan agar pertumbuhan tanaman lebih efisien dan membuat tanaman lebih sehat, karena ada pupuk alami dari kulit pisang dan air hujan yang membantu menyuburkan.
  • Di Hari Kelima kita membersihkan sampah daun kering yang berserakan sehingga lingkungan SMP Negeri 1 Karangploso menjadi lebih bersih dan rapi.
  • Di Hari Keenam kita mempublikasikan tentang pentingnya udara bersih agar dapat meningkatkan kesadaran semua orang tentang bahayanya polusi udara serta manfaat dari udara bersih.
Selanjutnya, pada challenge kedua dengan tema “Jaga Setetes Air”:
  • Di Hari Pertama kami memperbaiki keran air yang bocor bersama-sama untuk mencegah pemborosan air, dan kami juga mengedukasi kepada teman-teman tentang cara menggunakan air secara bijak dengan cara memanfaatkan air hujan untuk menyiram tanaman. Dengan ini kita dapat menghemat air dan mengurangi biaya penggunaan air.
  • Di Hari Kedua kami mendaur ulang botol plastik bekas dengan membuat pot gantung self-watering. Dengan metode penyiraman air ini, kita dapat menghemat air bersih.
  • Di Hari Ketiga kami membagi anggota menjadi 3 tim, yaitu:
    1. Tim pertama membersihkan lingkungan sekitar dari sampah, memilah sampah organik dan anorganik, serta menjadikan sampah organik menjadi kompos melalui lubang peresapan biopori.
    2. Tim kedua membersihkan kamar mandi serta memperbaiki keran air karena keran tersebut hidup secara otomatis, hal ini dilakukan untuk mencegah pembiakan jentik-jentik dan menghindari pemborosan air.
    3. Tim ketiga melanjutkan pembuatan pot gantung self-watering.
  • Di Hari Keempat kami mengedukasi tentang pemanfaatan kembali air bekas cuci tangan untuk menyiram tanaman. Selain itu, kami juga melakukan pembersihan sampah di sekitar lubang biopori agar tetap bersih dan mempermudah proses peresapan nutrisi dan peleburan sampah organik.
  • Di Hari Kelima kami melakukan filtrasi atau penyaringan air bekas wudhu untuk menyiram tanaman. Kemudian kami juga mengedukasi tentang fungsi dari biopori, yaitu sebagai lubang peresapan air, pengelolaan sampah, serta penyuburan tanah.
  • Di Hari Keenam kami mengedukasi kepada semua orang tentang pentingnya menjaga ketersediaan air, dampak pemborosan air, dan manfaat menghemat air.
Dan yang terakhir pada challenge ketiga dengan tema “GUDEP Tanpa Sampah”:
  • Di Hari Pertama kakak-kakak Dewan Galang memberi materi tentang pentingnya menjaga kebersihan, dan juga memberi materi tentang cara menjaga kebersihan, tidak lupa memberi tahu jenis-jenis sampah yang ada.
  • Di Hari Kedua kami membagi tugas menjadi 3 tim:
    • Tim pertama mencari dan memilah sampah yang ada di Bank Sampah.
    • Tim kedua membersihkan biopori yang sudah banyak tertimbun sampah anorganik.
    • Tim ketiga melakukan pembersihan sampah yang berserakan di lingkungan sekitar, terutama di sekitar kelas, ruang guru, dan lapangan sekolah.
  • Di Hari Ketiga Tim Dewan Galang melakukan pengecekan area sekitar sekolah untuk memastikan dan mengambil sampah yang tidak pada tempatnya, membuangnya ke Bank Sampah, serta menyapu area sekolah yang banyak daun-daun kering berjatuhan.
  • Di Hari Keempat kakak-kakak Dewan Galang membuat kolase dari daun kering yang sudah berjatuhan, bertujuan agar sampah organik dari daun kering bisa dikreasikan menjadi barang yang bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang sampah organik, terutama daun kering.

Penulis :

1. MUKHAMMAD ALAN YUDISTIRA

2. ANISA DIDIN AYU NINGTIYAS

Pusdatin Kwarda Jatim