Gerakan Pramuka SDN 8 Pule Laksanakan Program Lingkungan Berkelanjutan melalui Challenge 1–3 Lomba Iklim 2025.

SDN 8 Pule, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, melaksanakan serangkaian program lingkungan dalam rangka Lomba Iklim Gudep Pramuka Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung pada 10–30 November 2025 ini melibatkan seluruh anggota Gerakan Pramuka, guru, serta peserta didik. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat budaya hidup bersih, serta mewujudkan sekolah hijau yang berkelanjutan melalui tiga tahap kegiatan utama, yaitu Challenge 1, Challenge 2, dan Challenge 3.

Challenge 1 dimulai dengan persiapan Lorong Hijau Siaga, meliputi pembuatan pot dari botol plastik bekas, survei lokasi penempatan tanaman, dan pengolahan media tanam. Seluruh siswa terlibat dalam proses pengumpulan, pemotongan, dan pembentukan botol plastik menjadi pot layak pakai. Selain memberikan edukasi tentang pemanfaatan sampah plastik, kegiatan ini juga menjadi langkah awal menciptakan ruang hijau yang tertata meski area sekolah tergolong sempit dan jumlah siswa terbatas.

Pada tahap berikutnya, siswa melakukan penanaman berbagai jenis tanaman seperti kangkung, jahe, kunyit, dan serai pada pot hasil daur ulang. Tanaman tersebut ditempatkan di sepanjang Lorong Hijau Siaga serta area pagar jaring sekolah untuk menciptakan model taman vertikal yang fungsional. Aktivitas ini bertujuan meningkatkan keindahan lingkungan sekolah sekaligus membiasakan peserta didik dengan kegiatan bercocok tanam yang sederhana, produktif, dan berkelanjutan.

Challenge 2 difokuskan pada konservasi air melalui program “Jaga Setetes Air”. Kegiatan yang dilakukan meliputi patroli kran bocor, pembersihan selokan, pembuatan poster hemat air, dan perakitan EcoRain Filter. Alat tersebut disusun menggunakan arang, kerikil, pasir, dan sabut kelapa, kemudian dipasang di area sekolah sebagai media penyaring air hujan yang dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman. Program ini menghasilkan penghematan air signifikan, yaitu sekitar 15–25 liter per hari, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai teknologi sederhana konservasi air.

Kegiatan Challenge 2 diperkuat dengan pemanfaatan air hasil filtrasi serta air cucian beras yang dibawa siswa dari rumah. Melalui kegiatan penyiraman tanaman, pemeriksaan kelembapan media tanam, dan pencatatan volume air, siswa memahami pentingnya efisiensi penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. Pelibatan orang tua dalam pengumpulan air cucian beras juga memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam mendukung program Zero Waste Water, sehingga pemanfaatan air dapat dilakukan secara optimal di lingkungan sekolah.

Challenge 3, bertema “Gudep Tanpa Sampah”, menjadi penutup rangkaian program. Kegiatan ini mencakup patroli sampah, edukasi pemilahan sampah, serta pembuatan Komposter Mini Ajaib untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Pelaksanaan Challenge 3 pada 24–30 November 2025 bertujuan menanamkan budaya reduce, reuse, recycle kepada peserta didik.

Melalui penyelenggaraan ketiga challenge tersebut, SDN 8 Pule berhasil menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Gerakan Pramuka Jawa Timur: “Tangguh dan Bumi Teduh.”

Pusdatin Kwarda Jatim