Surabaya, INDONESIA – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur mengambil langkah progresif dengan mengintegrasikan Jambore On The Air (JOTA) dan Jambore On The Internet (JOTI) edisi 2025 dengan Kursus Pengelola Dewan Kerja (KPDK) Daerah. Program hybrid inovatif ini bertujuan mencetak pemimpin muda Gerakan Pramuka yang cakap secara manajerial dan melek teknologi global.
Acara pembukaan yang menandai dimulainya JOTA-JOTI x KPDK Daerah Jawa Timur Tahun 2025 ini dilangsungkan pada Jumat, 17 Oktober 2025, bertempat di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, dan akan berlangsung hingga Minggu, 19 Oktober 2025.
Kak Endang Soelistyowati, S.ST., S.Pd., M.Kes., selaku Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Jatim, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Beliau menekankan bahwa konsep spesial ini memastikan peserta, yang terdiri dari delegasi Dewan Kerja Cabang (DKC) se-Jawa Timur dan 8 anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) DKD Tahun 2024 untuk dibekali keterampilan komprehensif untuk menjalankan nahkoda dewan kerja di wilayah masing-masing.
Momen krusial dalam upacara pembukaan ditandai dengan penyerahan tunggul Pusdiklatda Argasonya. Kak Indawan S.Pd. M.M., Ketua Pusdiklatda Jawa Timur, menyerahkan tunggul tersebut kepada Kak Dra. Farida Susiana, sebagai simbolis dibukanya Kursus Pengelola Dewan Kerja secara resmi.
Program tiga hari ini menghadirkan kolaborasi narasumber dari internal Kwarda, Dewan Kerja Nasional, hingga asosiasi profesional untuk memastikan materi yang disampaikan relevan dengan tantangan kepemimpinan dan digitalisasi saat ini. Materi dan pemateri yang disajikan meliputi:
- Dinamika kelompok & fundamental Gerakan Pramuka (GP) oleh Kak Dra. Farida Susiana (Andalan Kwarda Jatim dan Pimpinan Kursus KPDK Daerah Jatim) sebagai pondasi karakter dan kerjasama dalam Dewan Kerja.
- Etika, budaya & Administrasi DK oleh Kak Bambang Suyanto, S.H. S.Sos., M.Si. (Sekretaris Kwarda Jatim) sebagai dasar profesionalisme organisasi.
- Problematika DK & Pedoman Pelaksanaan Dewan Kerja (PPDK) oleh Kak Muhammad Ardhy Dhikahlil Gibratal (Dewan Kerja Nasional).
- Sejarah, mekanisme JOTA oleh Kak Zainudin Ghozali, S.T. (ORARI Jawa Timur) sebagai dasar literasi Komunikasi dan Radio.
- Scout Project oleh Kak Dr. Zamzami Sabiq Hamid, M.Si. (Wakil Ketua Bidang Kwarda Jatim) sebagai dasar orientasi dampak dan bagaimana merancang program di pramuka.
- Komunikasi Organisasi oleh Kak Binar Bintang Putra Ananta, S.Pd. (Andalan Kwarda Jatim) sebagai dasar efektivitas Koordinasi dan komunikasi dalam organisasi.
- Etika Internet oleh Kak Herry Darmawan (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia/APJII Jawa Timur) sebagai dasar kepemimpinan digital yang bertanggung Jawab.
- Praktek JOTA oleh Kak Edi Hari Purnomo (ORARI Jawa Timur) sebagai dasar aplikasi keterampilan teknis kegiatan JOTA.
- Dari Pramuka ke CEO di era globalisasi dan digitalisasi oleh Kak Suluh (Founder Edutalenta Indonesia) dimana menghubungkan keterampilan kepemimpinan Pramuka dengan tuntutan dunia profesional/bisnis modern, memotivasi DK menjadi pemimpin berdaya saing global.
- Psikologi Organisasi oleh Kak Mas’ul Hadi, S.Psi. (Kepala Kesekretariatan Kwarda Jatim) untuk memahami dinamika, motivasi, dan perilaku anggota tim, penting untuk team building, manajemen konflik, dan meningkatkan kinerja Dewan Kerja secara kolektif.
Inisiatif Kwarda Jawa Timur ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kapasitas pemuda yang dimana keterampilan kepemimpinan organisasi diperkuat oleh literasi digital dan komunikasi global, menjadikannya tonggak penting dalam upaya Gerakan Pramuka untuk mencetak kader pembangunan yang adaptif dan profesional. Penulis: Muh. Vika Syauqy
Pusdatin Kwarda Jatim
