Surabaya, INDONESIA – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur secara resmi meluncurkan kurikulum kepemimpinan yang paling progresif tahun ini: JOTA-JOTI x KPDK Daerah Jawa Timur Tahun 2025. Program ini didesain ulang total untuk secara langsung menjawab tuntutan era globalisasi dan digitalisasi, mengubah peran Dewan Kerja dari administrator menjadi ‘Nahkoda Masa Depan’ dalam organisasi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di Jawa Timur.
Acara pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 17 Oktober 2025, dibuka oleh Kak Endang Soelistyowati, S.ST., S.Pd., M.Kes., Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Jatim. Momen kunci kepemimpinan ditandai dengan penyerahan tunggul Pusdiklatda Argasonya dari Kak Indawan S.Pd. M.M. kepada Kak Dra. Farida Susiana, Pimpinan Kursus KPDK.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga hari (17–19 Oktober) ini adalah sesi-sesi unggulan yang melintasi disiplin ilmu, yaitu materi “Dari Pramuka ke CEO di Era Globalisasi dan Digitalisasi” oleh Kak Suluh, Founder Edutalenta Indonesia, yang dirancang untuk meningkatkan anggota Pramuka sebagai pemimpin korporasi dan wirausahawan masa depan. Kemudian, Literasi Organisasi Digital berupa pelatihan tentang Etika Internet bekerja sama dengan APJII Jawa Timur dan sesi Problematika DK & PPDK dari Dewan Kerja Nasional yang dibawakan oleh Kak Muhammad Ardhy Dhikahlil Gibratal, memastikan kemampuan problem solving di Dewan Kerja yang relevan. Selain itu, adanya keterampilan Teknis dalam Integrasi Praktek JOTA oleh ORARI Jawa Timur dan JOTI (kolaborasi dengan DKD Jawa Tengah), membekali peserta dengan keterampilan komunikasi darurat dan koneksi siber global.
Integrasi KPDK dan JOTA-JOTI ini menegaskan komitmen Kwarda Jatim untuk menetapkan standar baru dalam pengembangan kader, memastikan bahwa kepemimpinan Pramuka tidak hanya berkarakter, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di panggung global. Penulis: Muh. Vika Syauqy.
Pusdatin Kwarda Jatim
