Luluskan 196 Peserta, KMD–KML UNUSA 2026 Tekankan Implementasi Ilmu dan Pengabdian di Gugus Depan

Date:

SURABAYA — Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Argasonya Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, resmi berakhir pada Ahad, 2 Agustus 2026.

Penutupan kursus dilakukan langsung oleh Kepala Pusdiklatda Argasonya Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Dr. Jainudin, M.Si. Upacara berlangsung khidmat di alam terbuka dan menandai kelulusan sebanyak 196 peserta dari seluruh golongan kursus yang diselenggarakan.

Berakhirnya kegiatan tersebut bukan hanya menjadi penanda selesainya proses pendidikan dan pelatihan, tetapi juga menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepramukaan di gugus depan masing-masing.

Dalam pelaksanaan kursus, Pusdiklatda Argasonya menjalankan fungsi sebagai pusat keunggulan atau center of excellence sekaligus penjaminan mutu atau quality assurance. Fungsi tersebut diwujudkan melalui upaya menjaga kualitas pembelajaran, kinerja tim pelatih, serta layanan pendidikan selama kursus berlangsung.

Sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan, dilakukan survei mutu layanan untuk mengukur tingkat kepuasan peserta, dampak pembelajaran, serta kesesuaian pelaksanaan kursus dengan harapan peserta. Hasil survei menunjukkan sebanyak 97,06 persen peserta menyatakan puas terhadap keseluruhan rangkaian kegiatan.

Pengukuran kepuasan tersebut mencakup sejumlah aspek, yaitu kualitas proses pembelajaran, kesesuaian antara harapan peserta sebelum mengikuti kursus dengan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan, manfaat kursus dibandingkan dengan sumber daya yang dikeluarkan, serta kesediaan peserta untuk mengikuti kegiatan lanjutan.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan KMD dan KML tidak hanya diterima secara positif oleh peserta, tetapi juga dinilai memberikan manfaat yang relevan bagi pengembangan kompetensi mereka sebagai pembina Pramuka.

Kak Jainudin dalam pesannya meminta seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus agar tidak berhenti pada pencapaian administratif berupa kelulusan kursus. Para lulusan didorong untuk terus bergerak dan mempraktikkan seluruh ilmu yang telah diperoleh dalam proses pembinaan di gugus depan. “Seluruh peserta yang diluluskan diminta untuk terus bergerak mempraktikkan semua ilmu yang didapat untuk diimplementasikan di gugus depan, dengan melanjutkan proses kursus melalui Narakarya Dasar dan Narakarya Lanjutan,” kata Kak Jainudin.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan kepramukaan harus terlihat dari manfaat nyata yang diberikan lulusan di lingkungan tempat mereka bertugas dan berinteraksi dengan masyarakat. “Lulusan harus memberi dampak dan manfaat di mana pun mereka berada. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sebanyak-banyak manusia,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kompetensi pembina Pramuka tidak hanya diukur dari penguasaan materi kursus, tetapi juga dari kemampuan menerjemahkan pengetahuan menjadi praktik pembinaan yang berdampak bagi peserta didik, gugus depan, dan masyarakat.

Selain tingkat kepuasan terhadap keseluruhan kegiatan, survei juga mencatat tingginya apresiasi peserta terhadap kinerja tim pelatih. Sebanyak 97,20 persen peserta menyatakan puas terhadap layanan kepelatihan selama KMD dan KML berlangsung.

Penilaian terhadap tim pelatih mencakup lima indikator utama, yaitu penguasaan materi, kemampuan melibatkan peserta secara aktif dalam pembelajaran, pemberian umpan balik yang membantu, keteladanan sikap pelatih, serta kejelasan dan sistematika penyampaian materi.

Tingginya tingkat kepuasan terhadap kinerja pelatih menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga mutu proses pendidikan orang dewasa di lingkungan Gerakan Pramuka. Pelatih bukan hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan proses pembelajaran yang partisipatif, terarah, dan memberi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kompetensinya.

Melalui kursus tersebut, para peserta diharapkan memiliki kesiapan yang lebih kuat dalam menjalankan peran sebagai pembina Pramuka. Mereka juga diharapkan mampu merancang kegiatan yang mendidik, mendampingi perkembangan peserta didik, serta menghadirkan pembinaan yang relevan dengan kebutuhan gugus depan.

Penutupan KMD dan KML UNUSA sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pusdiklatda dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Gerakan Pramuka. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya menghasilkan pembina yang tidak hanya memiliki kecakapan teknis, tetapi juga berkarakter, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemanfaatan.

Dengan berakhirnya kursus, tugas berikutnya berada di tangan para lulusan. Implementasi hasil belajar di gugus depan, penyelesaian Narakarya, serta konsistensi dalam memberikan manfaat menjadi ukuran penting dari keberlanjutan dan dampak nyata KMD–KML UNUSA bersama Pusdiklatda Argasonya.

Pusdatin Kwarda Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Share post:

Subscribe

Popular

More like this
Related

Cetak Pramuka Berprestasi, Kwarran Plosoklaten-Kediri Gelar Pengujian Pramuka Garuda

Plosoklaten, 1 Agustus 2026. Suasana meriah dan penuh semangat...

Ketika Pramuka Menjadi Ruang Pemulihan: Perjalanan Peserta KMD–KML UNUSA Menemukan Makna Baru

SURABAYA — Pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar...