MOJOKERTO — Peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) bersama Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Argasonya Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur melaksanakan praktik membina secara langsung di SDN Jatijejer, Kecamatan Trawas, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kegiatan yang melibatkan 97 anggota Pramuka tersebut menjadi bagian penting dalam menguji kesiapan peserta KML menerapkan teori, metode kepramukaan, kepemimpinan, komunikasi, serta keterampilan mengelola kegiatan di lapangan. Sebanyak 41 anggota Pramuka Siaga dan 56 anggota Pramuka Penggalang mengikuti kegiatan tersebut.
Materi yang disampaikan meliputi Salam Pramuka, penjernihan air, mengenal dan memilah sampah, serta pengetahuan dan penjelasan mengenai penghijauan. Keseluruhan materi dikemas melalui kegiatan yang sistematis, menarik, menantang, dan tetap memperhatikan aspek keamanan serta keselamatan peserta didik.
Praktik membina ini memiliki nilai strategis karena peserta KML UNUSA tidak hanya mempelajari konsep pembinaan di dalam kelas kursus, tetapi juga menerapkannya secara langsung bersama anak-anak usia sekolah dasar. Melalui pengalaman tersebut, peserta menghadapi karakter, kebutuhan, respons, serta dinamika peserta didik dalam situasi pembinaan yang nyata.
Kak Supriadi selaku Pemimpin Kursus menjelaskan bahwa praktik membina menjadi bagian penting dalam menguji kemampuan peserta KML menerapkan materi kursus dalam situasi nyata, mulai dari memahami karakter peserta didik, menyusun Rencana Membina, mengelola kegiatan, hingga membangun komunikasi yang efektif dan aman.
“Praktik membina ini merupakan jembatan antara teori kursus dan realitas di lapangan. Setelah lulus KML, peserta diharapkan siap menjadi penggerak kegiatan kepramukaan yang berkualitas, inovatif, dan berkarakter di satuan masing-masing,” kata Kak Supriadi.
Kegiatan lapangan menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi pembina profesional. Peserta KML dituntut mampu menyesuaikan pendekatan pembinaan dengan usia dan karakter anggota Pramuka Siaga maupun Penggalang, menjaga keterlibatan peserta didik, serta memastikan tujuan pendidikan kepramukaan tercapai melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.
Praktik membina tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pendidikan peserta KML yang diselenggarakan melalui kolaborasi UNUSA dan Pusdiklatda Argasonya. Kegiatan dirancang untuk mempertemukan pengetahuan yang diperoleh selama kursus dengan kondisi sesungguhnya di gugus depan dan lingkungan sekolah.
Selain menerapkan metode kepramukaan, peserta KML juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan menyusun dan mempraktikkan Rencana Membina atau RM. Rencana tersebut harus disusun secara sistematis, memiliki tujuan yang jelas, menggunakan metode yang sesuai, serta menghadirkan kegiatan yang menarik dan menantang bagi peserta didik.
Kemampuan menyusun Rencana Membina menjadi salah satu kompetensi penting bagi seorang pembina. Perencanaan yang matang diperlukan agar kegiatan kepramukaan tidak berlangsung sekadar sebagai rutinitas, tetapi benar-benar menjadi proses pendidikan yang terarah, terukur, aman, dan dapat dievaluasi.
Dalam praktik di SDN Jatijejer, peserta KML UNUSA juga memperoleh kesempatan untuk melatih penguasaan lapangan dan komunikasi efektif. Mereka harus mampu membangun rasa percaya diri, menunjukkan kepemimpinan, memberikan instruksi dengan jelas, dan menyampaikan materi menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak.
Materi penjernihan air, pemilahan sampah, dan penghijauan diarahkan untuk memperkuat pengetahuan sekaligus kepedulian peserta didik terhadap lingkungan. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya air bersih, cara mengenali serta memilah jenis sampah, dan manfaat penghijauan bagi kehidupan.
Materi tersebut memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat membantu peserta didik memahami bahwa kegiatan Pramuka tidak terpisah dari persoalan nyata di lingkungan mereka. Nilai kepedulian, tanggung jawab, kebersihan, serta kecintaan terhadap alam ditanamkan melalui kegiatan yang bersifat langsung dan kontekstual.
Sementara itu, materi Salam Pramuka menjadi bagian dasar dalam membangun identitas, sikap, dan tata hubungan dalam kegiatan kepramukaan. Materi tersebut juga menjadi pintu masuk untuk membentuk suasana latihan yang tertib, komunikatif, serta selaras dengan nilai-nilai pendidikan Gerakan Pramuka.
Bagi SDN Jatijejer, kegiatan ini memberikan tambahan pengalaman belajar bagi peserta didik melalui pendekatan pendidikan nonformal. Kehadiran peserta KML UNUSA bersama Pusdiklatda Argasonya memperkaya kegiatan kepramukaan sekolah dengan materi yang relevan terhadap kehidupan dan lingkungan masyarakat.
Kegiatan praktik membina tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi dan penilaian pelatih Pusdiklatda Argasonya. Melalui pengamatan secara langsung, pelatih dapat menilai kemampuan peserta dalam menyusun rencana, menguasai materi, memimpin kelompok, berkomunikasi, mengelola dinamika peserta didik, dan menjaga keselamatan kegiatan.
Penilaian lapangan digunakan sebagai bagian dari uji kompetensi KML sekaligus dasar pemberian umpan balik kepada peserta. Umpan balik diperlukan agar peserta mengetahui kemampuan yang sudah berkembang dan aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum menjalankan tugas pembinaan di satuan masing-masing.
Praktik bersama 97 anggota Pramuka SDN Jatijejer memberikan pengalaman nyata bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi. Seorang pembina juga harus mampu memahami karakter peserta didik, mengelola lapangan, membangun komunikasi, menciptakan kegiatan yang menarik, serta memastikan seluruh proses berlangsung aman.
Melalui kolaborasi UNUSA dan Pusdiklatda Argasonya, praktik membina ini diharapkan memperkuat kesiapan peserta KML untuk menjalankan perannya sebagai pembina profesional. Setelah menyelesaikan kursus, mereka tidak hanya membawa pengetahuan, tetapi juga pengalaman lapangan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kegiatan kepramukaan yang berkualitas, inovatif, berkarakter, dan berdampak bagi peserta didik serta masyarakat.
Pusdatin Kwarda Jatim

