Surabaya – Di tengah tantangan perubahan iklim dan isu lingkungan yang semakin mendesak, Pramuka Jawa Timur menunjukkan langkah nyata untuk menumbuhkan kepedulian terhadap bumi melalui kegiatan Wirausaha Lingkungan Hidup Gugus Depan. Program ini bukan sekadar ajang kompetisi antar pangkalan, melainkan wadah pembelajaran dan pembentukan karakter wirausaha muda yang berjiwa sosial dan ekologis.
Sebanyak 69 pangkalan Gugus Depan dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur ikut ambil bagian. Mereka tidak hanya berlomba menciptakan produk yang bernilai jual, tetapi juga berusaha menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Inovasi yang ditampilkan pun beragam, mulai dari minuman bunga telang yang segar, bakpia berbahan alami, hingga kerajinan berbasis daur ulang.
Salah satu cerita inspiratif datang dari M. Welid Syaifullah, siswa kelas IX SMPN 2 Klakah, Kabupaten Lumajang. Dengan semangat belajar dan cinta lingkungan, ia mengembangkan bunga telang — tanaman berwarna biru keunguan yang biasanya tumbuh liar, menjadi es bunga telang dan bakpia bunga telang.
“Awalnya saya lihat bunga telang hanya tumbuh di pekarangan rumah, lalu saya berpikir kenapa tidak dijadikan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Welid dengan senyum bangga. Produk buatannya kini menjadi ikon kecil dari kreativitas Pramuka muda Lumajang yang peduli terhadap alam.
Tak kalah menginspirasi, Kenzie Eliezer, siswi kelas 5 SD Negeri Ketabang I Surabaya, yang berhasil meraih Juara 1 tingkat SD. Bersama tim gugus depannya, Kenzie menghadirkan produk unggulan berupa donat telang dan stik telang, hasil olahan bunga telang yang dikembangkan secara kreatif dan higienis.
Penuh semangat, Kenzie bercerita bahwa ide itu muncul dari kebiasaan sederhana di rumah.
“Awalnya kami sering melihat bunga telang tumbuh di halaman. Warnanya cantik, lalu kami pikir bisa dijadikan bahan makanan yang sehat. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya jadilah donat dan stik telang ini,” ujarnya.
Kenzie mengaku, prosesnya tidak mudah. Ia dan rekan-rekannya harus mencoba berbagai resep hingga mendapatkan rasa dan tekstur yang pas.
“Kerja keras kita akhirnya terbayar. Kami senang sekali bisa membawa nama sekolah dan gugus depan menjadi juara,” tambahnya dengan senyum bangga.
berhasil meraih Juara 1 tingkat SD lewat produk ramah lingkungannya. Dengan ide sederhana namun penuh makna, Raina menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berinovasi dan peduli pada bumi.
Wakil Ketua Bidang Abdimas, Humas, dan Lingkungan Hidup Kwarda Jatim, Kak Dr. H. Akh. Jazuli, S.H., M.Si., mengapresiasi penuh semangat para peserta.
“Kami sangat bangga dengan semangat anak-anak Pramuka yang terus berinovasi. Mereka tidak hanya berkompetisi, tapi juga belajar tentang nilai tanggung jawab, kerja keras, dan kepedulian lingkungan. Ini bisa menjadi motivasi bagi gugus depan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi langkah nyata untuk mencetak generasi Pramuka yang mandiri dan berdaya, sejalan dengan semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Selain melatih kreativitas, peserta juga belajar berkolaborasi, berpikir kritis, dan memahami pentingnya keseimbangan antara manusia dan alam.
“Melalui Wirausaha Lingkungan Hidup, Pramuka Jawa Timur menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak harus selalu dimulai dari hal besar. Dari tangan-tangan kecil peserta didik inilah muncul ide-ide besar untuk bumi yang lebih lestari,” ungkapnya.
Kegiatan yang puncaknya digelar di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, pada Rabu (8/10) ini, sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi gugus depan yang telah berinovasi. Dalam acara pengumuman nominasi, tampak wajah-wajah ceria para Pramuka muda yang bangga atas hasil karyanya.
Menurut Kak Mochamad Zamroni, S.Si., selaku Andalan Daerah Urusan Lingkungan Hidup Kwarda Jatim, kegiatan ini bukan semata-mata tentang bisnis atau keuntungan finansial. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya nilai kebermanfaatan.
“Wirausaha Pramuka harus memiliki jiwa yang peduli. Kita ingin menumbuhkan semangat berwirausaha yang tidak hanya mencari untung, tapi juga membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Kak Zamroni menambahkan bahwa banyak peserta yang mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai tambah, seperti minuman herbal, pupuk organik, sabun ramah lingkungan, hingga souvenir berbahan daur ulang.
“Semua ini, katanya, adalah langkah kecil yang mencerminkan spirit sustainability yang kini menjadi perhatian global,” pungkasnya. (Pusdatin Kwarda Jatim)
Berikut daftar para juara yang berhasil mencuri perhatian dewan juri:
Kategori Sekolah Dasar:
- Juara 1 – Gudep SD Negeri Ketabang I Kota Surabaya
- Juara 2 – Gudep SD Negeri Jemur Wonosari I Kota Surabaya
- Juara 3 – Gudep SD Negeri Sadang Taman Kabupaten Sidoarjo
Kategori Sekolah Menengah Pertama:
- Juara 1 – Gudep SMP Negeri 1 Kota Surabaya
- Juara 2 – Gudep SMP Negeri 11 Kota Surabaya
- Juara 3 – Gudep SMP Negeri 2 Klakah Kabupaten Lumajang
- Juara Harapan 1 – Gudep SMP Negeri 3 Kabupaten Banyuwangi
Kategori Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah:
- Juara 1 – Gudep SMA Negeri 1 Kota Mojokerto
- Juara 2 – Gudep MA Al Hidayah Laju Kidul Kabupaten Tuban
- Juara 3 – Gudep SMA Negeri Model Terpadu Kabupaten Bojonegoro
