Surabaya, Jawa Timur (5 Desember 2025) – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (Kwarda Jatim) menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Persekutuan Pengakap Negara Brunei Darussalam di Kantor Kwarda Jatim, Surabaya, hari ini. Pertemuan bilateral ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis, khususnya dalam pertukaran inovasi program pengabdian masyarakat.
Delegasi Brunei yang diwakili oleh Kak Muhamad Hatta diterima secara langsung dan hangat oleh Sekretaris Kwarda Jatim, Kak Bambang Suyanto. Diskusi berfokus pada manajemen organisasi dan dampak nyata kepanduan bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Persekutuan Pengakap Brunei Darussalam menyampaikan apresiasi mendalam terhadap masifnya pergerakan Pramuka Jatim. Kak Muhamad Hatta tidak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap program lingkungan dan sosial yang dijalankan.
“Awu, banar tu Kak Bambang. Masya Allah, luar biasa. Melalui kegiatan pendahuluan studi banding ani, kami harap tani bulih mengadakan lawatan sambil belajar lagi di masa hadapan,” ungkap Kak Muhamad Hatta dengan logat Melayu Brunei yang kental.
Ia menyoroti secara khusus keberhasilan Kwarda Jatim dalam memobilisasi anggota untuk aksi sosial skala besar.
“Kami banar-banar takjub, impress banar melihat program dan aksi dari Pramuka Jatim ani. Macam mambarasihkan pantai seluruh Jawa Timur atuu, yang paling hebat tu 200 bedah rumah, dan macam-macam lagi aksi sosialnya,” tambahnya.
Menanggapi apresiasi tersebut, Sekretaris Kwarda Jatim, Kak Bambang Suyanto, menegaskan bahwa pencapaian tersebut didasari oleh semangat gotong royong yang telah menjadi budaya.
“Nah, semangat dan keyakinan itu juga yang kita terapkan di program-program Kwarda Jatim, Kak Hatta. Semangat gotong royong untuk masyarakat,” ujar Kak Bambang.
Kak Bambang juga menyampaikan keterbukaan Kwarda Jatim untuk berbagi ilmu demi kemajuan bersama pandu serumpun.
“Nggih, terima kasih banyak Kak. Pintu kami selalu terbuka lebar untuk saudara-saudara dari Brunei. Ilmu yang kami punya, silakan diambil, dimodifikasi, dan diterapkan di sana. Kita bersaudara, satu visi untuk kemanusiaan,” tegas Kak Bambang dengan sentuhan dialek khas Jawa Timuran.
Pertemuan diakhiri dengan tukar menukar cinderamata antara kedua belah pihak sebagai simbol persahabatan yang erat dan komitmen untuk terus menjalin silaturahmi antar negara.
