Jakarta – Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Mayjen TNI (Purn.) Dr. Bachtiar Utomo, S.IP., M.AP paparkan kesiapan Jambore Nasional XII yang akan digelar pada 13 – 20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta.
Jambore Pramuka adalah pertemuan besar Pramuka Penggalang dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka. Kegiatan ini merupakan sarana rekreasi edukatif di alam terbuka yang bertujuan mengembangkan diri peserta (mental, fisik, intelektual, spiritual, sosial) serta mempererat persaudaraan, persatuan, dan pertukaran budaya.
Jambore Nasional dilaksanakan 5 tahun sekali, dengan peserta direncanakan sebanyak 24.785 Pramuka Penggalang, terdiri dari 20.064 peserta kwarcab, 2.054 peserta kwarda, 180 peserta luar negeri, 234 peserta NSO, dan 2.253 panitia.
Kak Bachtiar Utomo menjelaskan kesiapan Jamnas XII meliputi struktur organisasi kepanitiaan, jenis kegiatan, fasilitas peserta, hingga sarana penunjang kegiatan dan fasilitas pelayanan.
untuk jenis kegiatan dibagi menjadi kelompok yaitu kegiatan Keagamaan, Upacara-upacara, Permainan, Forum dan Diskusi, Dinamika Kelompok, Petualangan, Teknologi, Festival Nusantara (Budaya, Kuliner, Pangan), Edukasi Pangan, dan Bela Negara
Secara khusus sarana penunjang Jamnas antara lain kesehatan dan layanan ambulance, pusat pengaduan lost and found, sanitasi lingkungan, listrik dan air bersih, perbankan, tansportasi, pos telekomunikasi seluler dan mobile internet, mobil pemadam kebakaran, mobil sampah, mobil tangki air, keamanan dan ketertiban, konsumsi, logistik, dan perlengkapan kegiatan.
Kak Bachtiar utomo mengingatkan karena luasnya area perkemahan dan padatnya kegiatan, maka perlu diperketat keamanan mandiri dari setiap kontingen dengan mekanisme piket yang rutin dan penuh tanggungjawab, yang bertujuan untuk memastikan keamanan tiap kontingen.
Sekjend Kwarnas mengatakan mengapa pentingnya Jamnas Mendukung Swasembada Pangan, karena Swasembada pangan adalah isu strategis dan sekaligus darurat regenerasi, Jamnas XII dalam rangka mendukung Asta Cita Ka Mabinas poin kedua untuk mendorong kemandirian bangsa, salah satunya melalui Swasembada Pangan.
Selanjutnya Data BPS menunjukkan tren yang menghawatirkan, bahwa tahun 2017 dari 20,79% kini turun menjadi 18,84% pemuda yang bekerja disektor pertanian pada tahun 2025, dan Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan nonformal terbesar, merniliki tanggung jawab strategis untuk mencetak kader muda yang peduli alam serta berkontribusi pada ketahanan pangan.
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur mendukung terlaksananya Jambore Nasional XII Tahun 2026 dan mengajak seluruh anggota Pramuka Penggalang untuk mulai menabung sejak sekarang, dan mendaftarkan diri di kegiatan Jambore Nasional ini.
Pusdatin Kwarda Jatim
